Nama : Muhammad Syaiful
Bahri Hidayat
NIM :
14420102
Tema : Manfaat Belajar
Sejarah Kebudayaan Islam
______________________________________________________________
Agama dan
budaya, secara umum dapat dikatakan bahwa agama bersumber dari Allah, sedangkan
budaya bersumber dari manusia. Agama adalah “karya” Allah, sedangkan budaya
adalah karya manusia. Dengan demikian, agama bukan bagian dari budaya dan
budaya pun bukan bagian dari agama. Ini tidak berarti bahwa keduannya terpisah
sama sekali, melainkan saling berhubungan erat satu sama lain. Melalui agama,
yang dibawa oleh para nabi dan rasul, Allah Sang Pencipta menyampaikan
ajaran-ajaran-Nya mengenai hakekat Allah, manusia, alam semesta dan hakekat
kehidupan yang harus dijalani oleh manusia. Ajaran-ajaran Allah, yang disebut
agama itu, mewarnai corak budaya yang dihasilkan oleh manusia-manusia yang
memeluknya, bahkan bisa dikatakan manusia-manusia pemeluk islam telah
menciptakan budayanya sendiri untuk agama islam.
Beberapa orang
mungkin akan acuh tak acuh tentang hal tersebut karena mungkin bagi mereka
sering beribadah dan beramal soleh saja sudah cukup untuk membuat mereka
menjadi islam yang utuh. Padahal banyak sekali keutamaan- keutamaan dan hikmah
belajar sejarah kebudayaan islam, antara lain:
Yang pertama, dengan
mempelajari sejarah kebudayaan islam kita diajak untuk menengok kepada masa
lalu dan memperoleh pemahaman bagaimana perkembangan sejarah kebudayaan di
dunia Islam. Selama manusia masih memiliki rasa ingin tahu terhadap peristiwa
masa lalu, selama itu pula akan terasa perlunya mempelajari sejarah. Dari
peristiwa-peristiwa tersebut, kita dapat bercermin dan menilai perbuatan yang
merupakan keberhasilan dan kegagalan. Dengan mengetahui sejarah, kita akan
lebih mempersiapkan diri untuk meraih keberhasilan dan akan lebih berhati-hati
agar kegagalan itu tidak terulang kembali.
Yang kedua,
dengan meninjau pada sejarah, maka berkuranglah kesalahpahaman kita dalam
menyimpulkan sesuatu terutama tentang kebudayaan islam, seperti halnya
kesimpulan yang tergesa terhadap adat-adat keislaman yang dianggap mengandung
unsur kemusyrikan.
Yang ketiga,
melalui sejarah kebudayaan Islam, kita dapat melihat tidak hanya masa sekarang,
akan tetapi masa yang akan datang. Pernahkah kita sadari? Telah terjadi
peristiwa yang sudah terjadi sebelumnya, hal tersebut terjadi karena pada
dasarnya setiap peristiwa memiliki pola atau garis-garis tertentu yang
membentuk terjadinya peristiwa tersebut.
Keempat, sejarah merupakan jembatan yang
menghubungkan masa lalu dengan masa kini, ia merupakan tempat belajar bagi para
generasi penerus agar dapat memandang ke masa silam, melihat ke masa kini, dan
menatap ke masa depan.
Kelima, sejarah kebudayaan islam membawa kita kepada luasnya
wawasan kita terhadap seluk beluk islam dan budayanya, sehingga menghindarkkan
kita dari berfikir sempit.
Keenam, sejarah kebudayaan islam membuat kita lebih
menghormati jasa-jasa para leluhur para penyebar islam di seluruh dunia
terutama penyebaran islam di nusantara, yang mana melewati perantara para wali
songo dan wali-wali lainnya yang tersebar di nusantara.
Nyatalah bahwa sejarah kebudayaan islam menjadi wasilah
terbuka luasnya gerbang ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu keislaman, kenapa ?
Karena semua ilmu agama islam yang kita
dapatkan tidak akan lepas dari keterkaitan sejarah dan budaya yang
melatarbelakanginya. Ibaratnya jika kita mempelajari ilmu tafsir, maka ada ilmu
asbabunnuzul sebagai pratinjau konteks dari tafsir tersebut. Tentunya kita akan
menjadi lebih bijaksana dalam menanggapi budaya-budaya yang ada di seluruh
dunia.