NAMA : MAHMUD IBNU SIDIQ
NIM : 14420044
Akankah kita melupakan sejarah? Mungkin iya, sejarah ibarat daun
kering yang dilahap masa bagi orang yang tidak punya dedikasi untuk
mempelajarinya. Namun di mata para sejarawan sejarah merupakan sebuah rangkaian
peristiwa suka duka kehidupan penuh pelajaran, cerminan dari kuasa Tuhan Yang
Maha Esa lagi Maha Berkehendak. Begitupun kebudayaan, andaikata kebudayan dari
suatu negara hilang, sejatinya negara tersebut telah kehilangan wajah dan
kehormatannya. Apa jadinya jika negara kita Indonesia kehilangan jati dirinya?
Mungkin di mata dunia negara kita hanyalah dianggap sebagai sarang tikus
serakah jika hal tersebut terjadi Budaya bukan merupakan jelmaan dari rangkaian
sopan santun dan upaya dari orang-orang terdahulu yang terbentuk bukan karena
sifat kolot ataupun keterbelakangannya, melainkan adalah cara bersyukur karena
telah diberi kesempatan hidup di dunia agar bias memberi manfaat serta mengukir
sejarah-sejarah.
Bicara tentang
Islam pasti tidak lepas dari kata kebudayaan karena lewat kebudayaan lah agama
Islam kemudian berkembang pesat menyebar keseluruh pelosok dunia. Memang ada
beberapa paham masyarakat yang menganggap agama islam dan kebudayaan adalah dua
hal yang saling bertolak belakang, padahal dengan kebudayaan lah islam mampu
mengambil hati para pemeluknya. Memang, mengenai agama dan budaya, secara umum
dapat dikatakan bahwa agama bersumber dari Allah, sedangkan budaya bersumber
dari manusia. Agama adalah “karya” Allah, sedangkan budaya adalah karya
manusia. Dengan demikian, agama bukan bagian dari budaya dan budaya pun bukan
bagian dari agama. Ini tidak berarti bahwa keduannya terpisah sama sekali,
melainkan saling berhubungan erat satu sama lain. Melalui agama, yang dibawa
oleh para nabi dan rasul, Allah Sang Pencipta menyampaikan ajaran-ajaran-Nya
mengenai hakekat Allah, manusia, alam semesta dan hakekat kehidupan yang harus
dijalani oleh manusia. Ajaran-ajaran Allah, yang disebut agama itu, mewarnai
corak budaya yang dihasilkan oleh manusia-manusia yang memeluknya, bahkan bisa
dikatakan manusia-manusia pemeluk islam telah menciptakan budayanya sendiri
untuk agama islam.
Pernah kah anda
berfikir, siapakah orang-orang dibalik pesatnya berkembangnya islam? Kenapa harus islam? Siapakan leluhur
penyebar islam diseluruh pelosok dunia? Apakah saya juga termasuk dari
keturunan leluhur tersebut? Dengan cara apa islam menyebar? Apa saja
konfliknya? Kenapa ada banyak sekali aliran dan madzhab dalam islam? apa itu dinasti
umayyah? Apa itu dinasti utsmaniyah? Benarkah islam pernah menguasai 2/3
dunia???
Beberapa orang
mungkin akan acuh tak acuh tentang hal tersebut karena mungkin bagi mereka
sering beribadah dan beramal soleh saja sudah cukup untuk membuat mereka
menjadi islam yang utuh. Padahal banyak sekali keutamaan- keutamaan dan hikmah
belajar sejarah kebudayaan islam, antara lain:
Yang pertama,
dengan mempelajari sejarah kebudayaan islam kita diajak untuk menengok kepada
masa lalu dan memperoleh pemahaman bagaimana perkembangan sejarah kebudayaan di
dunia Islam. Selama manusia masih memiliki rasa ingin tahu terhadap peristiwa
masa lalu, selama itu pula akan terasa perlunya mempelajari sejarah. Dari
peristiwa-peristiwa tersebut, kita dapat bercermin dan menilai perbuatan yang
merupakan keberhasilan dan kegagalan. Dengan mengetahui sejarah, kita akan
lebih mempersiapkan diri untuk meraih keberhasilan dan akan lebih berhati-hati
agar kegagalan itu tidak terulang kembali.
Yang kedua,
dengan meninjau pada sejarah, maka berkuranglah kesalahpahaman kita dalam
menyimpulkan sesuatu terutama tentang kebudayaan islam, seperti halnya
kesimpulan yang tergesa terhadap adat-adat keislaman yang dianggap mengandung
unsur kemusyrikan.
Yang ketiga,
melalui sejarah kebudayaan Islam, kita dapat melihat tidak hanya masa sekarang,
akan tetapi masa yang akan datang. Pernahkah kita sadari? Telah terjadi
peristiwa yang sudah terjadi sebelumnya, hal tersebut terjadi karena pada
dasarnya setiap peristiwa memiliki pola atau garis-garis tertentu yang
membentuk terjadinya peristiwa tersebut.
Keempat, sejarah merupakan jembatan yang
menghubungkan masa lalu dengan masa kini, ia merupakan tempat belajar bagi para
generasi penerus agar dapat memandang ke masa silam, melihat ke masa kini, dan
menatap ke masa depan.
Kelima, sejarah kebudayaan islam membawa kita kepada luasnya
wawasan kita terhadap seluk beluk islam dan budayanya, sehingga menghindarkkan
kita dari berfikir sempit.
Keenam, sejarah kebudayaan islam
membuat kita lebih menghormati jasa-jasa para leluhur para penyebar islam di
seluruh dunia terutama penyebaran islam di nusantara, yang mana melewati
perantara para wali songo dan wali-wali lainnya yang tersebar di nusantara.
Nyatalah bahwa sejarah kebudayaan islam menjadi perantara
terbuka luasnya gerbang ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu keislaman, kenapa?
Karena semua ilmu agama islam yang kita
dapatkan tidak akan lepas dari keterkaitan sejarah dan budaya yang
melatarbelakanginya. Ibaratnya jika kita mempelajari ilmu tafsir, maka ada ilmu
asbabunnuzul sebagai pratinjau konteks dari tafsir tersebut. Tentunya kita akan
menjadi lebih bijaksana dalam menanggapi budaya-budaya yang ada di seluruh
dunia. Serta dapat mengambil Ibrah dari sejarah yang telah terjadi.
Semoga Allah SWT meridhoi kita semua, Amiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar