Minggu, 09 April 2017

Manfaat Mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam

NAMA : MAHMUD IBNU SIDIQ
NIM      : 14420044



Akankah kita melupakan sejarah? Mungkin iya, sejarah ibarat daun kering yang dilahap masa bagi orang yang tidak punya dedikasi untuk mempelajarinya. Namun di mata para sejarawan sejarah merupakan sebuah rangkaian peristiwa suka duka kehidupan penuh pelajaran, cerminan dari kuasa Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Berkehendak. Begitupun kebudayaan, andaikata kebudayan dari suatu negara hilang, sejatinya negara tersebut telah kehilangan wajah dan kehormatannya. Apa jadinya jika negara kita Indonesia kehilangan jati dirinya? Mungkin di mata dunia negara kita hanyalah dianggap sebagai sarang tikus serakah jika hal tersebut terjadi Budaya bukan merupakan jelmaan dari rangkaian sopan santun dan upaya dari orang-orang terdahulu yang terbentuk bukan karena sifat kolot ataupun keterbelakangannya, melainkan adalah cara bersyukur karena telah diberi kesempatan hidup di dunia agar bias memberi manfaat serta mengukir sejarah-sejarah.
Bicara tentang Islam pasti tidak lepas dari kata kebudayaan karena lewat kebudayaan lah agama Islam kemudian berkembang pesat menyebar keseluruh pelosok dunia. Memang ada beberapa paham masyarakat yang menganggap agama islam dan kebudayaan adalah dua hal yang saling bertolak belakang, padahal dengan kebudayaan lah islam mampu mengambil hati para pemeluknya. Memang, mengenai agama dan budaya, secara umum dapat dikatakan bahwa agama bersumber dari Allah, sedangkan budaya bersumber dari manusia. Agama adalah “karya” Allah, sedangkan budaya adalah karya manusia. Dengan demikian, agama bukan bagian dari budaya dan budaya pun bukan bagian dari agama. Ini tidak berarti bahwa keduannya terpisah sama sekali, melainkan saling berhubungan erat satu sama lain. Melalui agama, yang dibawa oleh para nabi dan rasul, Allah Sang Pencipta menyampaikan ajaran-ajaran-Nya mengenai hakekat Allah, manusia, alam semesta dan hakekat kehidupan yang harus dijalani oleh manusia. Ajaran-ajaran Allah, yang disebut agama itu, mewarnai corak budaya yang dihasilkan oleh manusia-manusia yang memeluknya, bahkan bisa dikatakan manusia-manusia pemeluk islam telah menciptakan budayanya sendiri untuk agama islam.
Pernah kah anda berfikir, siapakah orang-orang dibalik pesatnya berkembangnya  islam? Kenapa harus islam? Siapakan leluhur penyebar islam diseluruh pelosok dunia? Apakah saya juga termasuk dari keturunan leluhur tersebut? Dengan cara apa islam menyebar? Apa saja konfliknya? Kenapa ada banyak sekali aliran dan madzhab dalam islam? apa itu dinasti umayyah? Apa itu dinasti utsmaniyah? Benarkah islam pernah menguasai 2/3 dunia???
Beberapa orang mungkin akan acuh tak acuh tentang hal tersebut karena mungkin bagi mereka sering beribadah dan beramal soleh saja sudah cukup untuk membuat mereka menjadi islam yang utuh. Padahal banyak sekali keutamaan- keutamaan dan hikmah belajar sejarah kebudayaan islam, antara lain:
Yang pertama, dengan mempelajari sejarah kebudayaan islam kita diajak untuk menengok kepada masa lalu dan memperoleh pemahaman bagaimana perkembangan sejarah kebudayaan di dunia Islam. Selama manusia masih memiliki rasa ingin tahu terhadap peristiwa masa lalu, selama itu pula akan terasa perlunya mempelajari sejarah. Dari peristiwa-peristiwa tersebut, kita dapat bercermin dan menilai perbuatan yang merupakan keberhasilan dan kegagalan. Dengan mengetahui sejarah, kita akan lebih mempersiapkan diri untuk meraih keberhasilan dan akan lebih berhati-hati agar kegagalan itu tidak terulang kembali.
Yang kedua, dengan meninjau pada sejarah, maka berkuranglah kesalahpahaman kita dalam menyimpulkan sesuatu terutama tentang kebudayaan islam, seperti halnya kesimpulan yang tergesa terhadap adat-adat keislaman yang dianggap mengandung unsur kemusyrikan.
Yang ketiga, melalui sejarah kebudayaan Islam, kita dapat melihat tidak hanya masa sekarang, akan tetapi masa yang akan datang. Pernahkah kita sadari? Telah terjadi peristiwa yang sudah terjadi sebelumnya, hal tersebut terjadi karena pada dasarnya setiap peristiwa memiliki pola atau garis-garis tertentu yang membentuk terjadinya peristiwa tersebut.
Keempat, sejarah merupakan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, ia merupakan tempat belajar bagi para generasi penerus agar dapat memandang ke masa silam, melihat ke masa kini, dan menatap ke masa depan.
Kelima, sejarah kebudayaan islam membawa kita kepada luasnya wawasan kita terhadap seluk beluk islam dan budayanya, sehingga menghindarkkan kita dari berfikir sempit.
Keenam, sejarah kebudayaan islam membuat kita lebih menghormati jasa-jasa para leluhur para penyebar islam di seluruh dunia terutama penyebaran islam di nusantara, yang mana melewati perantara para wali songo dan wali-wali lainnya yang tersebar di nusantara.
Nyatalah bahwa sejarah kebudayaan islam menjadi perantara terbuka luasnya gerbang ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu keislaman, kenapa? Karena semua ilmu agama islam  yang kita dapatkan tidak akan lepas dari keterkaitan sejarah dan budaya yang melatarbelakanginya. Ibaratnya jika kita mempelajari ilmu tafsir, maka ada ilmu asbabunnuzul sebagai pratinjau konteks dari tafsir tersebut. Tentunya kita akan menjadi lebih bijaksana dalam menanggapi budaya-budaya yang ada di seluruh dunia. Serta dapat mengambil Ibrah dari sejarah yang telah terjadi. Semoga Allah SWT meridhoi kita semua, Amiin.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar