Minggu, 09 April 2017

Manfaat belajar SKI

Nama   : Muhammad Syaiful Bahri Hidayat
NIM    : 14420102
Tema   : Manfaat Belajar Sejarah Kebudayaan Islam
______________________________________________________________

Agama dan budaya, secara umum dapat dikatakan bahwa agama bersumber dari Allah, sedangkan budaya bersumber dari manusia. Agama adalah “karya” Allah, sedangkan budaya adalah karya manusia. Dengan demikian, agama bukan bagian dari budaya dan budaya pun bukan bagian dari agama. Ini tidak berarti bahwa keduannya terpisah sama sekali, melainkan saling berhubungan erat satu sama lain. Melalui agama, yang dibawa oleh para nabi dan rasul, Allah Sang Pencipta menyampaikan ajaran-ajaran-Nya mengenai hakekat Allah, manusia, alam semesta dan hakekat kehidupan yang harus dijalani oleh manusia. Ajaran-ajaran Allah, yang disebut agama itu, mewarnai corak budaya yang dihasilkan oleh manusia-manusia yang memeluknya, bahkan bisa dikatakan manusia-manusia pemeluk islam telah menciptakan budayanya sendiri untuk agama islam.
Beberapa orang mungkin akan acuh tak acuh tentang hal tersebut karena mungkin bagi mereka sering beribadah dan beramal soleh saja sudah cukup untuk membuat mereka menjadi islam yang utuh. Padahal banyak sekali keutamaan- keutamaan dan hikmah belajar sejarah kebudayaan islam, antara lain:
Yang pertama, dengan mempelajari sejarah kebudayaan islam kita diajak untuk menengok kepada masa lalu dan memperoleh pemahaman bagaimana perkembangan sejarah kebudayaan di dunia Islam. Selama manusia masih memiliki rasa ingin tahu terhadap peristiwa masa lalu, selama itu pula akan terasa perlunya mempelajari sejarah. Dari peristiwa-peristiwa tersebut, kita dapat bercermin dan menilai perbuatan yang merupakan keberhasilan dan kegagalan. Dengan mengetahui sejarah, kita akan lebih mempersiapkan diri untuk meraih keberhasilan dan akan lebih berhati-hati agar kegagalan itu tidak terulang kembali.
Yang kedua, dengan meninjau pada sejarah, maka berkuranglah kesalahpahaman kita dalam menyimpulkan sesuatu terutama tentang kebudayaan islam, seperti halnya kesimpulan yang tergesa terhadap adat-adat keislaman yang dianggap mengandung unsur kemusyrikan.
Yang ketiga, melalui sejarah kebudayaan Islam, kita dapat melihat tidak hanya masa sekarang, akan tetapi masa yang akan datang. Pernahkah kita sadari? Telah terjadi peristiwa yang sudah terjadi sebelumnya, hal tersebut terjadi karena pada dasarnya setiap peristiwa memiliki pola atau garis-garis tertentu yang membentuk terjadinya peristiwa tersebut.
Keempat, sejarah merupakan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, ia merupakan tempat belajar bagi para generasi penerus agar dapat memandang ke masa silam, melihat ke masa kini, dan menatap ke masa depan.
Kelima, sejarah kebudayaan islam membawa kita kepada luasnya wawasan kita terhadap seluk beluk islam dan budayanya, sehingga menghindarkkan kita dari berfikir sempit.
Keenam, sejarah kebudayaan islam membuat kita lebih menghormati jasa-jasa para leluhur para penyebar islam di seluruh dunia terutama penyebaran islam di nusantara, yang mana melewati perantara para wali songo dan wali-wali lainnya yang tersebar di nusantara.

Nyatalah bahwa sejarah kebudayaan islam menjadi wasilah terbuka luasnya gerbang ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu keislaman, kenapa ? Karena semua ilmu agama islam  yang kita dapatkan tidak akan lepas dari keterkaitan sejarah dan budaya yang melatarbelakanginya. Ibaratnya jika kita mempelajari ilmu tafsir, maka ada ilmu asbabunnuzul sebagai pratinjau konteks dari tafsir tersebut. Tentunya kita akan menjadi lebih bijaksana dalam menanggapi budaya-budaya yang ada di seluruh dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar